BERFIKIR KRITIS DAN DAMPAK SOSIAL INFOMATIKA
1. menjelaskan arti berfikir kritis
Kemampuan dalam memprediksi kemungkinan risiko yang akan terjadi dan bisa membedakan antara fakta dan opini merupakan contoh logika yang sering kali digunakan dalam berpikir kritis. Berpikir kritis sebagai suatu proses berpikir yang membangun atau konstruktif yang bertujuan untuk mencari solusi. Ketika berpikir kritis, kita tidak hanya menerima semua argumen dan kesimpulan begitu saja tanpa ketelitian, tetapi juga mempertanyakan validitas dari argumen dan kesimpulan yang ada. Berpikir kritis berkaitan dengan kemampuan berpikir secara rasional dan melihat permasalahan secara objektif sehingga hasil yang akan diperoleh tidak bias dan sesuai dengan kenyataan yang ada. Berpikir kritis bisa ditemukan pada diskusi yang diselenggarakan oleh sebuah kelompok. Misalnya, ketika mengidentifikasi masalah, anggota kelompok mampu menentukan mana informasi yang relevan dengan isu yang sedang dibahas atau tidak, mengenali propaganda, hingga berbagai faktor emosional.
2. memahami pentingnya berfikir kritis serta memahami bahwa berpikir kritis harusjelas konteksnya
Berpikir secara kritis erat kaitannya dengan pola pikir rasional dan sensorik. Pada saat informasi diterima otak maka ia akan melakukan uji coba atas kesahihan informasi itu. Caranya dengan mengamati, menghayati, berpikir ulang, mengkaji dan refleksi diri yang kemudian diseleksi untuk menghasilkan kesimpulan yang baik dan benar. Berpikir kritis (critical thinking) adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh semua
orang. Berpikir kritis menjadi salah satu soft skill yang diperlukan dalam meningkatkan karier dan kepemimpinan dalam sebuah organisasi. Berpikir kritis berkaitan dengan cara berpikir secara logis dan sistematis dalam membuat keputusan atau menyelesaikan suatu permasalahan yang ada. Berpikir kritis sebagai kemampuan berpikir secara rasional dan jernih mengenai apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercayai. Proses di mana kita harus membuat penilaian yang rasional, logis, sistematis, dan dipikirkan secara matang adalah proses dalam berpikir kritis. Contoh paling mudah dapat dilihat pada penggunaan teknologi yang ibaratnya seperti pisau bermata dua. Kehadiran teknologi internet sangat memudahkan distribusi
Gambar orang berpikir.
dan akses informasi yang kita butuhkan, namun di sisi lain mengakibatkan beredar dengan mudahnya
berbagai macam berita bohong (hoaks).
3. menjelaskan prinsip dasar berfikir kritis yang mencakup elemen berfikir, standard intelektual, dan keutamaan intelektual dengan mengacu ke salah satu referensi yang di berikan
Berpikir adalah sebuah proses yang menghasilkan pengetahuan baru. Proses belajar ini pun termasuk ke dalam rangkaian pemikiran dengan satu jalur pemikiran tertentu agar dapat mencapai kesimpulan maupun pengetahuan baru. Sedangkan berpikir kritis melibatkan pengetahuan dan keterampilan untuk memecahkan permasalahan yang muncul. Dimulai dengan menganalisis berbagai asumsi, kemudian melakukan penelitian berdasarkan data juga informasi yang masuk. Lalu mengambil keputusan berdasar proses berpikir kritis yang disertai oleh berbagai data. Pada hal ini, critical thinking (berpikir kritis) sebagai kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif dan membuat penilaian yang rasional. Meskipun penerapannya dapat menjadi proses yang panjang, namun kemampuan critical thinking (berpikir kritis) sebagai dianggap penting karena memberikan banyak manfaat bagi siapa saja.
Gambar kemampuan critical thinking (berpikir kritis).
a. Elemen berpikir
Kemampuan berpikir kritis tidak datang begitu saja, melainkan perlu ditumbuhkembangkan dan dibiasakan dalam keseharian agar menjadi kebiasaan baik yang bermanfaat. Oleh sebab itu, dalam menghadapi abad 21 yang serba canggih ini, sudah sewajarnya jika seseorang diharapkan untuk memiliki keterampilan berpikir kritis. Adapun elemen dasar tahapan berpikir kritis yang dikenal dengan istilah FRISCO
b. Standar intelektual
Keterampilan berpikir kritis dapat dikembangkan melalui pembelajaran yang berorientasi pada metode ilmiah. Berpikir kritis tidak dapat diajarkan melalui metode ceramah, karena berpikir kritis merupakan proses aktif. Keterampilan intelektual dari berpikir kritis mencakup berpikir analisis, berpikir sintesis, berpikir reflektif, dan sebagainya harus dipelajari melalui aktualisasi penampilan
1). Clarity
2). Accuracy
3). Precision
Kita dapat mengenali seseorang yang berpikir kritis dengan memperhatikan karakteristik- karakteristik tertentu dari berpikir kritis. Dasar-dasar berpikir kritis yang pada prinsipnya perlu dikembangkan untuk melatih kemampuan tersebut pada diri sendiri. Menyeimbangkan aspek aspek pemikiran menjadi sesuatu yang sistematik serta memiliki dasar atau nilai ilmiah yang kuat. Selain itu, juga perlu memperhitungkan aspek alamiah yang terdapat dalam diri manusia karena hasil pemikiran tidak lepas dari hal-hal yang ada di pikiran. Hal-hal yang dinyatakan mampu mengidentifikasi delapan karakteristik berpikir kritis meliputi kegiatan merumuskan pertanyaan, membatasi permasalahan, menguji data-data, menganalisis berbagai pendapat
dan bias, menghindari pertimbangan yang sangat emosional, menghindari penyederhanaan
berlebihan, mempertimbangkan berbagai interpretasi, serta mentoleransi ambiguitas. Pada berpikir kritis, siapa saja dapat membangun karakter intelektual seperti integritas intelektual, otonomi intelektual, empati intelektual, kerendahan hati intelektual, keyakinan dalam bernalar, keberanian intelektual, ketekunan intelektual, dan pikiran yang adil. Karakter-karakter tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan pribadi maupun profesi di masa mendatang. Karakter intelektual tersebut akan membuat seseorang berkepribadian baik bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain dan lingkungannya
4. memahami berfikir kritis dalam pengambilan keputusan
Berpikir Kritis dan Pengambilan Keputusan
Menjadi orang yang kritis akan setiap hal yang terjadi di dalam hidupnya dan memiliki pikiran kritis adalah impian semua orang atau bahkan sangat diperlukan dan dapat membantu mengambil setiap keputusan yang ada. Universal intellectual standard adalah standardisasi yang harus diaplikasikan dalam berpikir yang digunakan untuk mengecek kualitas pemikiran dalam merumuskan permasalahan, isu-isu, atau situasi-situasi tertentu. Pada dasarnya, otak manusia itu selalu bekerja dan berpikir, namun sering kali berpikir secara otomatis pada hal-hal yang biasanya dilakukan. Pada saat berpikir kritis, kita akan selalu merasa tertantang. Hal ini berlaku juga dalam kehidupan kita sehari-hari. Contoh berpikir kritis dapat dilihat jika menemukan hal yang sebenarnya belum berfungsi secara normal, dengan berpikir kritis justru bisa mengidentifikasi solusi baru yang lebih baik. Salah satu tujuan dari berpikir kritis yaitu bentuk pengembangan dan perbaikan diri.
5. menjelaskan penerapan informatika dalam bidang pertanian kesehatan atau bidang lain sesuai konteks
1. Teknologi di bidang pertanian telah banyak ditemukan, sehingga menghasilkan produk pertanian yang berlimpah ruah. Pemanfaatan teknologi pertanian untuk mendukung sistem usaha pertanian. Selain itu, untuk mencari informasi tentang budidaya pertanian, maupun sebagai sarana berkomunikasi antar petani dan stakeholder, agar dapat melakukan fungsi pemasaran produk pertanian dengan baik. Semua teknologi bisa dipelajari tanpa kecuali, di bidang pertanian pun, bisa berkembang dengan e-agricultural. Populasi Gambar Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bidang pertanian. masyarakat yang berprofesi sebagai petani yang cukup besar di wilayah perdesaan, menjadikan kajian mengenai pemberdayaan petani dalam menunjang kemandirian dan produktivitas rakyat menjadi sangat penting. Perkembangan dunia digital bisa menjadi salah satu jawaban tantangan di bidang pertanian.
Persoalan pangan di Indonesia yang sesekali masih dihantui masalah rantai distribusi yang terlalu panjang dan berakibat pada lonjakan harga. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan sistem penjualan berbasis online serta partner dengan sistem bagi hasil. Pada pengelolaannya, mulai dari peminjaman modal, pengelolaan bisnis pertanian, pengolahan pascapanen hingga penjualan, packing sampai pengiriman. Setiap produk yang ditampilkan di laman markeplace pertanian bertujuan sebagai penunjang aktivitas pemberdayaan terhadap petani di perdesaan
2. . Kajian Kritis Penerapan Informatika dalam Bidang Kesehatan Bidang kesehatan selalu menjadi perhatian manusia karena orang selalu ingin hidup lebih sehat agar mampu beraktivitas dengan leluasa. Setiap individu di mana pun berada berhak untuk hidup sehat. Berbagai macam teknologi telah diciptakan untuk membantu manusia terutama yang memiliki masalah kesehatan. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata medis berhubungan
dengan bidang kedokteran dan keperawatan. Jadi informatika medis Gambar teknologi kesehatan
adalah beberapa kumpulan disiplin ilmu komputer yang diterapkan dalam bidang kedokteran dan keperawatan.
Penerapan informatika medis
Perkembangan manfaat dari penggunaan komputer dimulai sejak akhir tahun 1960-an. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan penggunaan komputer pada bidang kedokteran dan keperawatan dengan tujuan memberikan kemudahan bagi tenaga kesehatan (kedokteran dan keperawatan) dalam memberikan pelayanan medis. Sistem informasi kesehatan merupakan komponen penting dalam manajemen kesehatan yang terus mengalami perkembangan selaras dengan perkembangan organisasi. Sistem informasi kesehatan dapat membantu proses pengambilan keputusan untuk pelaksanaan pelayanan kesehatan sehari-hari, intervensi cepat dalam penanggulangan masalah kesehatan, dan sebagai pendukung menajemen kesehatan di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat terutama dalam penyusunan rencana jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. Pemanfaatan penggunaan komputer pada bidang kedokteran dan keperawatan diantaranya sebagai berikut. 1) Paperless medical record
Paperless medical record merupakan suatu pencatatan rekam medis pasien yang
menerapkan teknologi komputer dan tanpa kertas. Kelebihannya adalah mampu menyimpan data rekam medis pasien dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa harus khawatir data fisik rekam medis pasien rusak. Penggunaan Paperless medical record sangat simple sehingga mampu meningkatkan kinerja petugas pelayanan kesehatan, data rekam medis pasien dapat diakses di mana saja dan kapan saja.
6. Memahami dalam membangun kebiasaan keterampilan disposisi dan budaya berfikir kritis melalui kasus sosial yang timbul akibat teknologi informasi
Penerapan teknologi informasi pertanian di Afrika
penetrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di bidang pertanian ini sering disebut dengan istilah electronic agriculture (e-agriculture). Pemanfaatan ini dapat dilakukan di semua aktivitas pertanian, mulai dari proses produksi sampai pada pemasaran hasilnya. Pemanfaatan TIK dalam electronic agriculture meliputi berbagai aspek perangkat telekomunikasi, komputer, ataupun perangkat lunaknya. Tentunya dengan e-Agriculture diharapkan TIK dapat dijadikan sebagai alat untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang ada.
Adapun negara-negara Afrika yang melakukan penerapan teknologi informasi pertanian antara lain sebagai berikut.
1) Kebijakan Penerapan Teknologi Informasi di Tanzania
Seperti halnya dengan negara-negara di Asia, negara-negara di Afrika juga melakukan beberapa inovasi dalam melakukan penerapan teknologi informasi di 22 sistem pertanian. Salah satu negara yang melakukan inovasi tersebut adalah Tanzania. Tanzania melalui penelitian nasional dan pengembangan kebijakan (NRDP) mendorong komersialisasi dan diseminasi hasil penelitian. Beberapa pemikiran utama adalah di bidang inovasi teknologi informasi di bidang pertanian. Dengan adanya peran dari berbagai pihak, dapat membantu petani dalam memberikan akses kepada berbagai pihak, khususnya terkait dengan informasi di bidang pertanian.
2) Community Knowledge Worker (Uganda) Community Knowledge Worker (CKW) merupakan sebuah komunitas yang didirikan sejak 2009 di Uganda. Komunitas ini sudah berkembang di Ghana (2013), Colombia (2015) dan Philipina (2015). Komunitas ini berfungsi sebagai penghubung antara petani miskin di daerah terpencil dengan berbagai 12%
Community Knowledge "Worker: Addressing
Information Poverty
stakeholder di bidang pertanian. CKW memberikan
dukungan data dan informasi yang cepat dan akurat
bagi petani untuk mengembangkan bisnis dan17%
meningkatkan kesejahteraan. Komunitas ini Community Knowledge Worker (Uganda)
beroperasi melalui kombinasi antara jaringan antar manusia dan jaringan berbasis
teknologi informasi terutamanya teknologi mobile menggunakan smartphone
7. Menjelaskan kemampuan berfikir kritis untuk menganalisis DSI dalam bidang pertanian kesehatan atau bidang lain sesuai konteks
Memverifikasi pemikirannya sehingga menghasilkan keputusan yang terbaik
Membuat keputusan yang tepat dengan mempertimbangkan implikasi yang lebih luas
Mengidentifikasi masalah dan memilih solusi intervensi yang tepat
Menilai informasi sendiri dan tidak bergantung pada pandangan orang lain
Menafsirkan dan menilai pengamatan, informasi, dan argumentasi
Bersikap rasional dan memilih alternatif terbaik
Mengenali bias dan propaganda, dan faktor emosional
Komentar
Posting Komentar